Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Selasa, 01 Desember 2009

2012

Sembilan Oktober 2012

Matahari enggan membuatku tersenyum di hari ini. Ada apa? Aku bingung dan lelah! Kenapa jadi begini? Sekilas aku berhalusinasi, di sekelilingku banyak sekali resto-resto untuk para vegetarian, banyak sekali pohon-pohon berdiri tegak, banyak sekali baligo-baligo yang bergambar ilusi bola merah membakar, dan banyak sekali orang-orang yang meninjukan tangannya ke udara dan berteriak "Buat apa Undang-Undang Lingkungan Hidup! Pemerintah tak mau evaluasi! Untuk apa!"

Bodoh. Bukan. Buat apa aku berhalusinasi hal seperti itu. Disini aku tak mau membicarakan keadaan bumi yang semakin panas, tak mau berbicara makanan favoritku akhir-akhir ini, dan tak mau pula membicarakan karya yang baru saja kubuat, karya besar! begitu besar! karya yang sekarang sedang diperebutkan oleh para seniman handal. Oh tidak...bukan itu yg ingin kupersoalkan.

Saputanganku basah oleh keringat. Aku melihat ke atas. Matahari. Oh ..

"Risni!"

Siapa? Siapa yang berteriak?

"Hei! Risni! Sebelah sini!"

Siapa? Siapa dia?

"Ayo Risni! Nanti Kantin penuh. Cepat!"

Kantin? Dimana kantin?

"Hahahaha...hei! Kejar! Jangan sampai lepas! hahaha"

Shit! Kenapa ini?

"Risni, hari ini exhib ya..."
"Ris, belajar bareng yuk!"
"Heh bujay! Temenin gw sini!"
"Heh! Pulsa..utang!"
"ha! Jayus lo! hahaha"
"Risniiii....shocking love!"

Tuhan .. matahari sedang mencoba membalikkan berbagai fakta. Matahari sedang mengoyak-ngoyakkan cerebelum yang berdenyut-denyut. Matahari sedang mengalirkan darah masa lalu menuju otak dan mengirim impuls ke sistem syaraf nomor 8. Berantakan!

"Dooor!"

Kudongakkan kepalaku. Siapa? Bukan. Bukan ilusi. Hah! Ilusi lagi!
"Fisika sialan!"
"Kalo remed lagi gimana?"
"Well...gw analisis lo ya ni."
"Ayo Risni! Kita harus menang!"
"Terserah.."
"Antivirnya udah ketemu"
"Antara gw, B, dan C... terjadi sebuah kekonyolan! haha"

Tempatku berdiri kini semakin panas. Aku melihat di seberang sana lewat selembar kaca, seorang wanita pelayan KFC sedang memberikan es krim yang meleleh kepada seorang anak kecil. Di sebelah kiri kulihat banyak sekali wanita-wanita yang mengenakan tengtop, di sebelah kanan kulihat para pekerja bangunan sedang mengibas-ngibaskan tangan ke wajahnya.

Kurasakan...detak jantungku seperti hendak mw berhenti.

"Gak usah ya nak...umi gak bisa mengizinkan untuk ke pesantren, di SMP 1 aja yah.."
"Iya...kalo km mw ke IC..silahkan..umi izinkan.."
"Sabar ni..Aksel bukan segala2nya"
"STAGNAN-REVOLUSI-AKTIVIS"
"Reguler..X-5! Dezka...kita sekelas lagi!"
"OSIS .."

Jantungku seolah berhenti. Aku jatuh. Terkapar sudah...